Ibu Adalah Wonder Women

Dalam renungan selalu terngiang kata-kata dari ibu sesaat sebelum aku pergi kemanapun (kerja khususnya), dia selalu bilang… “awas nak kamu jangan ini.. jangan itu.. klo itu harus gini.. harus gitu…” dengan di lengkapi kata terakhir ciri khas orang tua yang selalu mengharap yang terbaik untuk anaknya “mama selalu bantu do’a, moga kamu sukses”. Dalam sela waktu kesibukan kerja aku selalu teringat akan itu, dan merenungi betapa kasih orang tua itu tidak bisa diukur kedalaman dan luasnya!, kasih sayang yang selalu tergambar dalam kerutan kening sang ibu….

Dalam hal ini aku ingin mengungkapkan bahwa banyak pelajaran yang sangat berharga dari kata-kata yang selalu keluar dari ibu (semua orang pasti tau itu), kata-kata yang bagi sebagian anak selalu jadi olok-olok! Disadari atau tidak sesungguhnya masih banyak anak yang selalu menganggap remeh dan tidak penting tentang ini (kata-kata pepatah dari ibu), dan yang lebih parah ketika sang Ibu memberinya suatu kasih sayang yang sering dianggap “kemarahan” oleh sang anak…

Atau mungkin itu terjadi padaku! Astagfirullah… ampuni hambamu ini ya Allah apabila itu terjadi. Sungguh aku telah membuka pintu kemurkaan-Mu bila itu memang terjadi.

Subhanallah… kasian ibu.. kenapa ya.. padahal dengan teguran itu niat ibu adalah ingin membenarkan atau melarang si anak dari sesuatu yang sesuatu itu tidak baik untuknya. tapi tidak jarang aku melihat perlakuan yang sebaliknya dari si anak… hal ini tidak terkecuali terhadap orang dewasa. Banayak orang dewasa yang sudah mengerti tapi tetap melontarkan kata-kata kasar kepada orang tua (khususnya ibu). Atau mungkin karena ibu dianggap lemah??

Sekarang.. Mari kita luangkan sejenak waktu untuk berfikir dan membayangkan, buang sejenak keluh dan kesah anda, buang sejenak fikiran tentang pekerjaan yang sedang menjadi beban anda, lepaskan beban dari fikiran anda jika fikiran anda sedang tertuju pada suatu hutang-piutang (jika anda punya hutang :P). Lalu, terjunkan seluruh fikiran anda kepada orang yang telah melahirkan kita yaitu ibu.

Bayangkan anda masuk kedalam sebuah lorong waktu yang dimana anda bisa melihat masa lalu anda sendiri dan melihat kehidupan anda sendiri yang begitu merepotkan Ibu dari sejak sebelum dilahirkan. Dari sejak sang Ibu muntah-muntah dan mual karena ada calon jabang bayi dalam perutnya (yaitu anda), ketika sang Ibu tengah berbadan dua yang waktu itu ibu tidak bisa tidur dengan leluasa karena tubuhnya terganjal tubuh kita..tapi Ibu selalu tersenyum bahagia karena menantikanmu. Ketika Ibu menangis karena sakit saat melahirkan kita… tapi justru itulah saat terindah buat Ibu yaitu telah melahirkan sang buah hati. Ketika Ibu sering tidak tidur karena anda selalu menangis ketika ingin menyusu saat tengah malam..

Ketika Ibu selalu memasakan makanan kesukaan kita untuk bekal ke sekolah tapi kita membuangnya sebagian atau memberikan kepada teman, saat itu Ibu kecewa.. tapi besoknya Ibu tetap memasak lagi untuk bekal dengan menu yang berbeda. Ketika kita meminta uang untuk buku lalu Ibu mengerutkan kening karena uang hanya cukup untuk beli makan sehari-hari yang sederhana, lalu Ibu dengan bergegas keluar mencari pinjaman.. setelah ada uangnya malah terpakai oleh kita karena terlalu banyak jajan (huwaaaaaaaaa dasar!). Ketika kerutan kening di wajah Ibu kembali terlihat karena sedih melihat sepatu kita sudah jelek dan sedikit robek.. Ibu tidak bisa membiarkan hal itu terjadi maka Ibupun lagi-lagi memberi uang supaya kita membeli sepatu baru… tapi apa yang terjadi, kita malah memakai uang itu untuk jalan-jalan dengan teman. Ketika Ibu tau dari orang sekitar kalo kita suka merokok, kita dengan ringan berbohong dan mengatakan tidak! padahal hati Ibuu pada waktu itu terluka, sedih dan menjadi beban difikirannya.

Ketika Ibu mengucapkan.. “Hati-hati nak.. Ibu akan selalu mendo’akanmu” disaat kita akan pergi bekerja. Dan Ibu pasti selalu ingin memberikan kita bekal dalam dus yang isinya makanan dan beras seadanya…

Ibu maafkanlah segala kesalahan anakmu ini yang berdosa, yang selalu berbohong padamu, yang selalu menyusahkanmu, yang belum pernah menjadi kebanggaanmu, yang selalu bilang AH! ketika Ibu suruh, yang selalu marah ketika Ibu melarangku menginap dirumah teman…

Bu.. berikanlah aku kesempatan untuk bisa membahagiaanmu, walau kebahagiaan itu bukan dengan harta!

Bu.. berikanlah anakmu ini kesempatan untuk bisa membuatkanmu sebuah gubuk di surga untukmu tinggal bersama Ayah kelak…

Bu.. engkau adalah ladang amal bagiku, dan surga ada ditelapak kakimu, untuk itu ijinkan akan aku cuci telapak kakimu dari kekotoran dunia ini..

Bu.. aku tahu jika engkau pasti selalu memberikan kesempatan dan kebaikan bagi anakmu, maka aku akan selalu berjuang dalam mencari jalan yang selalu di Ridhai Allah…

Semoga engkau selalu di ridhai oleh Allah.. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s