Bolang Vs Bolang

Saatnya POSTING! Hanya itu yang ada dibenaku setelah capek mengotak-atik ini blog. Tambah widget itu lah, ini lah (maksudnya biar keliatan cantik…hehe) malah setelah aku fikir  semua rapi dan bersih🙂 aku malah kecapaian, tadinya niatku gak posting dulu dan mau benah-benah, setelah itu baru ngePOST.. maklum lah namanya juga “NEWBIE NGEBLOG” jadi ya beginilah, hal yang diutamain adalah penampilan blog dulu baru isi.. hahaha

Setelahnya semua selesai beres dan rapi lalu aku beristirahat sejenak dan memikirkan sebuah ide..  ide paling fresh yang akan aku muat di blog ini. Setengah jam berlalu ide masih nihil, ternyata otak ini kering sekali.. cuma berisi tumpukan hal-hal yang tidak berguna. Saat menulusuri sebuah kisah, merangkai suatu kata, menelaah beberapa kejadian dalam hidup hasilnya tetep NIHIL.. GARING tidak ada ide.

Namun ketika aku merenung selalu terjadi peperangan dalam hati ini. Perdebatan antara dua sisi dalam jasadku. Entahlah, yang satu mungkin sebuah sisi buruk dan yang satu sisi baik dari diriku. Dan hal ini sepertinya adalah sebuah Sunnatullah, bahwa dalam diri manusia ada yang namanya Fujur dan Taqwa.

Ya.. Fujur dan Taqwa! Fujur adalah keburukan sedangkan Taqwa adalah kebaikan. kedua sisi ini tidak bisa hilang dari diri manusia dan akan selalu berbenturan. Tergantung bagaimana kita menyikapi dan mengendalikannya. Jika kita lebih banyak memberi makan “sisi fujur” kita, maka akan buruk lah jasad itu. Sebaliknya jika kita lebih banyak memberi makan “sisi Taqwa” maka kebaikanlah yang selalu dijalani jasad itu.

Dalam setiap langkah hidupku si fujur ini selalu membisikan kebusukan, memojokan, memprofokasi dan memaksa aku tenggelam dalam tempat gelap yang terasing.

Tapi kadang aku tidak bisa membedakan sebuah bisikan hati yang kadang nyaring terdengar dan mengganggu. Apakah ini datang dari sisi kebaikan atau keburukan?! Mungkin karena ketidakseimbangan gizi terhadap sisi taqwaku. Mungkin jasad ini telah banyak di grogoti keburukan! Naudzubillah.. ampunilah ya Rob, bila ini terjadi padaku.

Contoh kecil, ketika aku berniat posting di blog selalu saja ada bisikan.

Si Fujur : “Nyadur dari blog orang aja.. gitu aja kok repot, daripada garing tuh otak mu gak ada ide”

Si Bolang : “Bener juga mending nyadur aja dah daripada bingung. kan gampang tinggal copas doank.. trus aku tautkan link blognya di artikelku nanti. ya bnr.. sip lah!

Si Fujur : “Lah.. kok malah di link.. capek dehh! kagak usah dasar bego nih orang. copas aja trus cari artikel keren biar blog mu diliat orang banyak ntr.”

Si Bolang : “Tapi.. buat apa juga menyadur punya orang, apa enaknya membajak karya orang terus kita pajang tanpa dosa di blog kita?”

Si Bolang : “Bagaimana jika orangnya liat, bisa malu aku.. manusia plagiat namanya kalo gtu”

Si Fujur : “Eh bolang.. emangnya situ bisa apa sih? sok-sok bikin blog pula, sadar diri dong nak. Otak garing gitu”

Si Fujur : “Liat tuh blog-blog keren punya orang yang pada pinter, kamu tidak ada apa-apanya dibanding mereka.. mikir bolang.. sadar! kembali aja kejalan mu dulu di jalanan! lebih enak, kumpul sama teman-teman.. asyik dan bersenang-senang”

Si Bolang : berfikir… merenung……. hati berkecamuk, kecut, minder, malu, resah…

Si Bolang : “Emang harus orang pinter aja ya kalo mau berkarya? Kapan aku maju jika melangkah sedikit aja tidak bisa..?!”

Si Bolang : “Sekarang kita lihat nasib yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang kurang beruntung seperti di kolong jembatan, anak jalanan, anak palestin…… apakah kita yang punya sarana ini akan menyia-nyiakannya? paling tidak kita berniat ingin membantu dan berfikir “jika semua orang punya pemikiran seperti yang kita fikirkan, maka tidak menutup kemungkinan segala macam kemiskinan akan berkurang, segala keterbatasan anak putus sekolah akan menyurut. Berfikir maju untuk membantu”

Bukankah itu yang kita harapkan..?!

Mungkin ini hanya gambaran kecil dari sesuatu sisi yang namanya Fujur dan Taqwa, hal kecil yang selalu terjadi di tiap individu masing-masing.. mungkin?! Fujur yang selalu memojokan dan memaksa kita berada di jalan salah selamanya.. Naudzubillah.

Gambaran yang lain tentang sesatnya Fujur mungkin bisa kita lihat di para pejabat yang korupsi! Berebut jabatan hanya demi uang. Saling sikut dan menghalalkan segala cara. Pepatah mengatakan politik itu seperti “Memotong bambu dengan tangan dan kaki”, yang atas di junjung ke atas dan yang bawah di injak.

Semoga para pejabat Indonesia selanjutnya akan lebih baik, lebih banyak memberi gizi pada Taqwanya daripada Fujurnya, dan lebih mementingkan “TUGAS” daripada “PRIBADINYA”….. amin…!

”Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”
(QS. Asy Syams [91]: 8-10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s