Syafaat Orang yang Hafal Al-Qur’an

Telah jelas kebencian mereka (Yahudi) kepada umat muslim terlebih kepada muslim yang selalu berusaha mengintergrasikan ajarannya (Al-Qur’an) kepada kehidupannya, yang kemudian sering disebut dengan Islam Foundamentalis… lalu dicap EXTREM. Berbagai propaganda Yahudi melalui media, politik (Sejarah yang dipalsukan), ekonomi, dan lain-lain yang  sehingga melahirkan pemikiran-pemikiran menyimpang dan ketidakpedulian terhadap agamanya.

Ok.. hal tersebut sudah banyak kita ketahui dan sering menjadi wacana membumi akhir-akhir ini, terutama saat terjadi tragedi berdarah di PALESTINA. Walau pada akhirnya masih belum bisa menyadarkan atas mata hati yang tertutup hijab.

Sekarang aku mendengar hal yang begitu aneh dari teman sesama muslim sendiri yang mengatakan bahwa “Orang yang hafal al-Qur’an itu mempunyai syafaat untuk men-SURGA-kan beberapa orang di akhirat nanti trutama kepada orang yang paling dekat, yaitu Suaminya..” namun aku berfikir bahwa pernyataan ini keliru! Kenapa dia bisa berfikir sesempit itu tentang surga?? Apakah surga semurah itu?? Aku benar-benar kaget mendengar pernyataan ini, yang bahkan itu adalah pernyataan ulama dan tokoh agama. Kenapa pemahaman yang sebetulnya sangat mudah difikirkan bahwa ini keliru di percaya dan dijadikan landasan dalam kehidupannya? Sampai-sampai dia mengharap menikah dengan seseorang yang tinggal di pesantren yang tidak jauh dari tempatku yang wanita itu adalah seorang hafidzhah Qur’an (orang yang hafal al-Quran).

Masalahnya bukan pada “nikah-nya”, bahkan sangat sangat baik justru jika kita menikah dengan seseorang wanita yang pintar terhadap agamanya.. akupun mau kok😀, apalagi kalo hafal Qur’an. Namun masalahnya pada “pemahamannya” yang terlalu menyempitkan pengertian ISLAM yang sesungguhnya! Lebih jauh kepada syafaat, sekarang aku memikirkan orang yang hafal itu sendiri..

Apakah ada kepastian dan ketentuan dari Allah dalam al-Quran bahwa orang yang hafal Al-Qur’an akan masuk surga??

Sekarang ada pernyataan hadits seperti :

“Daripada Anas r.a. Ia berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, lalu Rasulullah s.a.w bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah. Baginda menjawab: “Iaitu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

atau

“Daripada Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, “Barangsiapamembaca Al Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam syurga dan memberikannya hak syafaat untuk sepuluh anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka.”

Jika pemahaman hal ini keluar dari hadits tersebut maka tidakkah ini adalah sebuah kekeliruan? Bukankah ketika kita membaca sebuah ayat atau hadits maka pada saat itu kita harus melihat uswah dari Rosulullah SAW? Apakah yang disebut oleh Rosulullah SAW sebagai Seorang yang ahli Quran adalah orang yang hafal saja atau orang yang membacanya saja tiap malam? Bukankah Rosulullah itu ahli Quran?

Lalu bagaimana Rosul mengimpelementasikan arti “ahli Qur’an” itu dalam kehidupannya?? Subhanallah.. Rosulullah kekasih Allah pun sampai bengkak kakinya, patah giginya dalam perang, dilempari kotoran, dinista sama orang (bahkan sampe sekarang), agar selalu dapat rahmat dan ampunan dari Allah. Agar al-Qur’an digunakan dengan semestinya yaitu sebagai petunjuk dan cahaya bagi semesta alam. Bukan hanya untuk dibaca, di hafalkan, atau bahkan disimpan saja! Atau menggunakan al-Qur’an sebagai tolak bala pengusir hantu, jin yang sering digambarkan dalam film2 buatan orang Indonesia. Sungguh sangat jauh dari fungsi dan tujuan al-Quran itu diturunkan.

“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” ( Al Maaidah: 15-16)

Semoga hijab-hijab dalam diri kita dibukakan oleh Allah dengan al-Qur’an ini, sehingga menyadari pentingnya al-Quran yang terintegrasi dalam seluruh aspek kehidupan seperti yang dicontohkan Oleh Rosulullah SAW dalam perjalanannya dari awal hingga akhir dengan jelas.

* Tolong koreksi aku yang bodoh ini jika memang keliru.. aku hanya berusaha menjadikan blog sebagai media untuk menumpahkan segala pemikiran dan curahan hati…like the slogan FREEDOM OF SPEECH n FREEDOM OF EXPRESSION*

3 thoughts on “Syafaat Orang yang Hafal Al-Qur’an

  1. Setiap manusia menjalankan kodratnya sesuai kehendakNya dalam mengikuti jalan2 yg Allah ridho. Kesempurnaan manusia ditetapkan Allah kpd Muhammad saw, krn itu kita di perintahkan mengikuti sunnah nya secara kaffah. Hanya saja tiadalah sanggup manusia mengikuti keseluruhan sunnah beliau, krn itu barang siapa melakukan sunnah2 semampunya, maka ada ganjaran baginya sesuai ketetapan hukum2 Allah.
    Sudah merupakan sunnatullah, bahwa manulia lalai, dan senantiasa melakukan dosa, dan nabi tidak lah ingin menyusahkan ummatnya, krn itu beliau pun selalu berpesan utk ‘memudahkan’.
    Idealnya memang melakukan secara kaffah (keseluruhan), tetapi hanya segelintir manusia yang mampu, krn itu kita pun harus memahami kewajaran ini, krn hal ini pun sunnahnya (memudahkan).
    dalam hal menikahi hafizah, maka akan dengan sendirinya akan lebih terjaga suami dari perilaku kufur, krn seorang yg hafal al Qur’an tidak lah akan bisa tetap hafal, bila perilakunya tidak sesuai tuntunan nabi dalam batas yg ditetapkan Allah (pembahasan ini akan sangat panjang).
    Dg hafiz/zah, maka cahaya al Qur’an akan senantiasa menerangi jalan pasangan itu. Jadi bukanlah suatu kesalahan orang yg menikahi hafizah dg mengharapkan surga, krn bila Allah tdk ridho atas pernikahan itu, maka akn terjadi perceraian, atau kehafalannya akan berkurang/hilang…

  2. Assalamu alaikum wr wb,
    Saya setuju sekali bahwa Al Qur’an adalah petunjuk dan cahaya yang ujung2nya adalah pengamalan Al Qur’an. Menghafal Al Qur’an adalah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah SAW dan para shahabat untuk bisa memahami Al Quran dan mendapatkan nur Al Quran. Karena Al Qur’an tidak hanya untuk dipahami akal fikiran tetapi Al Quran juga untuk dirasakan oleh hati. Seperti firman allah :
    “.. maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; ..” (Al baqarah:97.
    Al Quran adalah makanan hati, meneragi hati, menjadikan manusia mudah taat kepada Allah, mudah bersyukur, mudah beribadah dll.
    Dan cara menikmati Al Quran untuk konsumsi hati adalah dengan menghafalnya. Saya merasakannya setelah beberap tahun mulai menghafal, memahami arti dan mentadabburinya. Berbeda rasanya membaca terjemahan dan menghafalnya langsung. Hati menjadi lapang, masalah dunia menjadi kecil, hati mudah ingat Alllah dll. Ayat lain yang menunjukkan bahwa Al Quran juga adalah konsumsi hati adalah Az Zumar:23.

    ” Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.”

    Sayangnya hadits menghafal Al Quran kurang sering disampaikan. Saya baru membaca tulisan seorang Iam Masjid Nabawi. Beliau menu;iskan bahwa Rasulullah SAW mpunyai wiridan khatam menghafal setiap 7 hari sekali, hari pertama Al Fatihah smp AL Maidah…. hari ke7 Al Qomar sampai AnNas. Para shahabat Rasul juga kalau sedang futur memurajaah 3 juz perharinya. Mereka melakukan itu sambil berjihad berdagang dan pernik kehidupan yang lain. Mereka melakukan itu karena ketagihan NUR QURAN.
    Sayangnya para hafidz sebagiannya masih belum bisa memahami Al Quran. hafal lafadznya saja. Tapi tak apa bukan ? Bukankah banyak juga yang hanya membaca terjemahnannya saja? Idealnya adalah hafal, paham, tadabbur dan beramal.
    Sebagai tambahan saya sertakan link di bawah ini : http://kultum.wordpress.com/2008/01/04/pentingnya-menghafal-dan-memahami-al-quran/

    Wa alaikum salam wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s