Kebenaran yang Terfitnah

Dimanapun tunas-tunas Islam tumbuh maka disitulah ada kaum yang selalu mematahkannya, dimamapun cahaya Allah berpijar maka disitu ada kaum yang berusaha memadamkannya, menolak, kufur dan membunuh para pembawanya. Padahal Islam itu adalah aturan yang dibuat Sang Penciptanya sendiri, untuk kemaslahatan, dan perdamaian yang selalu di idamkan semua orang. Dari mulai penekanan secara politik dengan pemalsuan sejarah, hingga penekanan sosial dan pembantaian. Lalu sekarang dengan media sebagai senjatanya para penguasa dengan mudah melakukan stigma politik dengan mencuci otak publik dan mengarahkan kata “TERORIS” kepada umat Islam saja.

Secara bahasa ‘teroris’ berarti orang yang melakukan tindakan terror, mengacau, membuat lingkungan sekitar terancam dan merugikan pihak lain. Namun sekarang makna kata teroris itu telah mengalami pelecehan makna dari makna asli. Kata teroris itu hanya ditujukan untuk “jamaah islam”.

Dalam buku Demonologi Islam, dikatakan bahwa salah satu upaya musuh Islam untuk membasmi kekuatan Islam adalah dengan cara yang disebut Teori Penjulukan (Labeling Teori). Yakni memberi julukan-julukan untuk membuat stigma negatif terhadap umat Islam. Dan hal itu telah berhasil, bahkan umat Islam sendiri enggan dan takut mengkaji ajaran Islam yang sebenar-benar Islam seperti yang di uswahkan Rosul dari al-Quran. Al hasil umat Islam saat ini hanya mengetahui Islam dalam pengertian yang sangat dangkal dan kulitnya saja.

Padahal Islam itu agama yang membawa perdamaian dan selalu bersikap lemah lembut yang selalu mencegah terjadinya kesewenangan. Lebih lanjut hal ini dikuatkan lagi dengan pengakuan-pengakuan beberapa orang yang pernah mempelajari Islam secara benar. Dalam bukunya “Dakwah Kepada Islam”, Arnold Toynbe seorang guru besar berkata, “setelah pasukan tentara islam yang dipimpin Abu Ubaidah sampai di lembah Urdun, para penduduk yang beragama Kristen yang menetap disitu menulis surat yang ditujukan kepada orang-orang arab yang beragama islam itu, yang berbunyi : “Wahai semua orang Islam, kalian lebih kami cintai daripada orang-orang Romawi, meskipun mereka seagama dengan kami. Kalian lebih menepati janji, bersikap lemah lembut kepada kami, mencegah kesewenangan yang menimpa kami dan mau mejaga diri kami. Tapi orang-orang Romawi itu menindas kami dan bumi kami.

Para penduduk kota saling menutup pintu masuk agar tentara Heraclius tidak mejarah. Mereka menyampaikan kabar kepada orang-orang Islam bahwa mereka lebih senang dengan orang-orang Islam dan keadilan mereka daripada kesewenang-wenangan orang-orang Romawi itu.

Seperti perkataan Rab’i bin ‘Amir di hadapan Rustum, pemimpin pasukan Persia, “kami diutus Allah untuk mengeluarkan manusia dari penyembahan makhluk ke penyembahan Allah, dari dunia sempit ke dunia yang lapang dan dari kesewenangan agama ke keadilan Islam.”

Dari sekian banyaknya tuduhan-tuduhan negatif kepada Islam, yang paling dominan adalah bahwa Islam adalah agama militan yang dianggap menyebarkan Islam dengan pertumpahan darah. Padahal Islam tidak pernah memaksakan seseorang dan tidak pula disebarkan lewat tajamnya pedang, sebagaimana yang diklaim musuh-musuh islam. Islam mensyariatkan perang, untuk menyingkirkan thaghut-thaghut yang menghalangi jalan dakwah ke rakyat dan penduduk. Setelah thaghut-thaghut ini disingkirkan dan dakwah Islam dikumandangkan, permasalahannya terserah kepada rakyat, apakah mereka mau menerima Islam, ataukah tetap pada agamanya sendiri, tetapi ia harus tunduk sebagai ahlu dzimmah, –Ahlu dzimmah adalah orang-orang yang membayar jizyah kepada pemerintah IslamMereka berhak menerima hak dan jaminan seperti yang diterima oleh orang-orang Islam.

Mengenai jizyah yang harus disetorkan oleh ahli dzimmah ini, bukan bermaksud untuk memberi penekanan-penekanan tertentu agar mereka mau masuk islam, sekali-sekali tidak, ijzyah itu sebagai pengganti dari tanggung jawab dan jerih payah orang-orang Islam untuk melindungi mereka.

Kebebasan yang diberikan kepada orang-orang yang ditundukan kaum muslimin untuk memilih masuk islam ataukah membayar jizyah, merupakan bukti yang kuat, jelas dan gamblang bahwa Islam melarang menerapkan kultur paksaan.

Firman Allah swt,

ayat ke-1.a

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. (QS. Al-Baqarah : 256)

Allah menciptakan manusia dengan aturannya, hal itu semata-mata untuk kesalamatan manusia itu sendiri, tapi kenapa kebanyakan manusia menolak? Sebagian orang Islam sendiri mengakui Allah sebagai pencipta, yang menciptakan dia dari tidak ada menjadi ada, dan percaya Allah sebagai pemberi rizky, pendidik, pemilik, pemelihara yaitu Allah sebagai Rabb. Tapi kenapa tidak mengakui Allah sebagai Raja (al-Mulk). Yang mempunyai otoritas mutlak dengan peraturan dan perundang-undangan-Nya (al-Quran) yang harus dipatuhi. Padahal dalam al-Quran (QS. Al-Baqarah : 208) Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman agar masuk kepada agama Islam secara menyeluruh (udhuluu fis ‘silmi kaafah). Lalu dalam ayat yang lain Allah memberitahukan kita bahwa yang menerima Islam dengan sebagian-sebagian adalah orang kafir yang sebenarnya (al kaafiruna haqan).

ayat ke-2.a

ayat ke-2.b

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)“, serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (QS. An-Nisa : 150-151)

2 thoughts on “Kebenaran yang Terfitnah

  1. Tulisan2 yang sangat menggugah dan menyadarkan kita, agar kita senantiasa waspada terhadap makar2 orang kafir..
    Ajarkeun twuh ngBlog nu bgus !!!!

  2. sebuah tulisan yg patut direnungkan, cukup untuk menjadi bahan evaluasi ats semua kekeliruan dalam mempersepsikan agama kita sendiri. I love Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s