Kembali Menuju Fitrah

Kadang manusia itu memandang hidup ini dengan perasaan dan angan-angan yang panjang, dengan segala kilaunya, dunia ini menarik tiap-tiap jiwa sehingga tenggelam dan terjebak dalam pikatnya, dalam kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang manusia ciptakan sendiri. Hal tersebut yang kemudian memunculkan sikap ‘dikotomi’ agama dan dunia, Agama itu hanyalah urusan shalat, menikah dan menguburkan zenajah saja, diluar itu sama sekali tidak ada.

Itulah cara berfikir masyarakat modern yang “materialis”, cara pandang parsial dan sekular yang mereduksi hakikat kebenaran agama dan melupakan “Al-Haq” Sang Empunya Alama Raya… Padahal tidaklah ada manusia itu kecuali telah diciptakan Allah sebagai hamba untuk ‘mengabdi’ kepadanya.

ayat_1_kembali_menuju_fitrah

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (QS. Adz-Dzariyaat, 51:56)

ayat_2

Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami? (QS. Al-Mu’minuun, 23:115)

Tidaklah Allah menciptakan manusia kecuali telah ada maksud dan tujuan yang telah menjadi rencana-Nya. Seperti yang termaktub dalam al-Qur’an, bahwa Allah swt menciptakan manusia untuk menjadi khalifah yang akan mendhohirkan Kerajaan Allah (Mulkiah Allah) di bumi sebagai sistem yang mengatur dan sebagai wali Allah untuk mengurus urusan manusia di bumi.

ayat_3

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah, 2:30)

Dengan segala Keagungan dan Kekuasaann-Nya manusia diciptakan dengan sebaik-baik dan sesempurna-sempurna ciptaan-Nya. Lalu diciptakannya pendengaran, penglihatan dan hati (sam’an, bashar, al-afidah) sebagai modal awal dan potensi dasar agar manusia itu senantiasa cenderung mengingat, memikirkan, dan mencari-Nya, lalu selanjutnya untuk mengabdi dan mensyukuri nikmat-Nya itu.

ayat_4

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. As-Sajdah, 32:9)

Maka, tatkala telah jelas tujuan penciptaan manusia seperti yang dinyatakan Allah dalam al-Qur’an, gugurlah semua hujah manusia untuk tidak menerima ajaran Islam ini dan menolak tugas yang diberikan Allah untuk menjadi Khalifah yang menegakan sistem Allah dalam rangka mengaktualisasikan Kerajaan-Nya sebagai upaya untuk mengabdi kepadanya.

Namun begitu, walau pada dasarnya otoritas Allah itu mutlak untuk dipatuhi, tetapi Dia tetap memberi kebebasan kepada makhluknya untuk beriman atau tidak. Walaupun hal tersebut bersifat sementara yang pada akhirnya tetap akan menjumpai pengadilan dan kepastian-Nya di akhirat kelak.

ayat_5_kembali_menuju_fitrah

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat… (QS. Al-Baqarah, 2:256)

Jika manusia tidak yakin akan kebenaran agama ini, maka dalam ayat lain Allah swt menantang bagi siapa yang berada dalam keraguan tentang al-Quran sebagai wahyu-Nya dan Islam sebagai sistemnya untuk membuat hal yang serupa dengan itu. Pada gilirannya ayat ini akan menjadi salah satu bukti dan contoh bahwa Islam tidak selalu menyerukan kebenaran dengan cara indoktrinisasi yang diikuti dengan pengikut yang beriman secara membabi buta. Karena Islam ini dapat diterima logika dan akal sehat yang sesuai dengan kapasitas berfikir manusia –namun ada nilai-nilai tertentu yang membatasi penggunakan akal logika ini, karena Allah itu Maha Gaib.

ayat_6

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. Al-Baqarah, 2:23)

Kebenaran hakiki itu hanya dari Allah swt.. Kedaulatan mutlak itu hanya kedaulatan sistem Allah.. tidak ada daya dan upaya, tidak ada sesuatu yang dituju manusia itu, kecuali untuk kembali kepada-Nya..  tidak ada maksud yang ingin dicapai manusia itu, kecuali dalam rangka mengharap Ridha-Nya.. dan “Secara fitrah semua manusia pasti percaya dan mengakui fakta itu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s