Do’a yang Mustajab

mother wish

“Walau Ibu hanya seorang pemetik, kamu harus jadi orang berhasil ya nak..!” dengan penuh semangat sang Ibu menaruh ribu harap pada anaknya. Sungguh pemandangan yang mengagumkan. Bercengkrama, bercerita tentang kegiatan di sekolah dan ketika sang Ibu tak bosannya berpesan dan menasehati bagaimana sang anak bergaul dan belajar di sekolahnya. Tercermin kehangatan sebuah keluarga kecil dengan dominasi kasih sang Ibu.

Tidak perlu lah saya bicara banyak tentang kebesaran kasih sayang seorang Ibu yang pastinya sudah dirasakan oleh kita semua. Tapi kali ini saya hanya akan mengetengahkan sebuah cerita tentang sebuah doa mustajab yang dilantunkan seorang Ibu, dan keikhlasannya yang menjadikannya mudah untuk didengar oleh sang Rabb Penguasa Jagat Raya. Berikut kisahnya:

Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim atau lebih kita kenal dengan nama Imam Bukhari lahir pada bulan syawal, tahun 194 Hijiriyah. Kisah pengembaraannya dalam menimba ilmu hadits ke berbagai pelosok negeri begitu menakjubkan. Demikian juga kehati-hatiannya dalam menuliskan hadits juga sangat mengesankan. Hingga akhirnya lahirlah dari tangannya sebuah karya fenomenal dalam bidang haditsyang tidak asing lagi bagi ummat Islam, Kitab Shahih Bukhari, sebuah kitab rujukan hadits nomor wahid sampai hari ini menurut sebagian besar ulama’. Sebuah kitab yang berkah ilmunya bisa dinikmati hingga sekarang.

Tapi siapa yang menyangka kalau ternyata orang besar sehebat Bukhari itu pada masa kecilnya tidak bisa melihat. Dari situlah kesabaran kedua orang tuanya, terlebih ibunya diuji. Diuji untuk merawat buah hati sebagai amanah Allah, meskipun sebagian orang menganggapnya amanah yang tak sempurna, lantaran kondisi si buah hati yang tak bisa melihat.
Tapi hal itu tidak memupuskan harapan seorang ibu kepada anaknya. Hal itu juga tidak mengurangi rangkaian rasa syukur kepada Allah Yang Maha Rahman dan Rahim.

Muhammad bin Ahmad bin Fadhl al-Balkhi berkata: “Aku mendengar bapakku berkata: ‘Kedua mata Muhammad bin Isma’il (Imam Bukhari) buta pada waktu kecilnya. Hingga suatu saat ibunya mimpi bertemu dengan nabi Ibrahim al-Khalil dalam tidurnya. Nabi Ibrahim itu berkata kepadanya: ‘Wahai engkau perempuan! Sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan anakmu lantaran banyaknya tangisanmu (atau doamu – al-Balkhi sang perawi ragu antara keduanya), lalu pada pagi hari kami melihat, ternyata Allah telah mengembalikan penglihatannya.” (Kitab Thobaqotul Hanabilah jilid 1, halaman 274. kitab Tahdzibul Kamal halaman 1170. Thobaqotus Sabki jilid 2 halaman 216. Muqadimah Fathil Bari halaman 478).

Lafadh-lafadh doa yang jujur dari seorang ibu untuk buah hatinya, yang keluar dari lubuk hati yang tulus, dengan iringan linangan air mata yang murni, adalah menu spiritual dan ramuan spesial untuk keberhasilan seorang anak. Siapa lagi yang akan mendoakan buah hati kita sendiri dengan sepenuh hati kalau bukan kita, ibunya sendiri, yang telah mempertaruhkan nyawa saat hendak mengeluarkannya ke alam dunia?
Adalah benar yang disabdakan oelh Rasulullah Saw tentang macam-macam doa yang mustajab, yang akan didengar oleh Allah dan segera dikabulkannya, salah satunya adalah doa orang tua untuk anaknya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ, قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ) رواه الترمذي.

Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tiga doa yang mustajab (didengar oleh Allah) yang tidak ada keraguan lagi di dalamnya; Doa orang yang terdzalimi, doa seorang musafir dan doa orang tua untuk anaknya.” (HR. Tirmidzi. Kitab Tuhfatul Akhwadzi, Hadits nomor 1828).

___________________________

Kisah ini disadur dari artikel : “Ibu Imam Bukhari Ketulusan Do’a Seorang Ibu” (http://www.cahayasiroh.com)

4 thoughts on “Do’a yang Mustajab

  1. pertamaxx fotonya edun uy … perasaan pernah jalan2 kesitu deh (dimana yah?)
    keduaaax : pendidikan yang utama adl di rumah dan sang pendidik itu adalah ORTU, dr kedua ortu yang paling berperan dalam pendidikan anak adl ibu… (btw … fahmi dah punya anak belon 8) )
    ketiga : Cerita tentang Bukhori membuat merinding ..
    Keempat : Met buka puasa buat sahabatku Fahmi🙂

  2. @pertamax: itu di Cianjur kang, kampoeng halaman saya yg indah.. coba liat disini :pamer: 8)
    @keduax: bnr kang, justru pemikiran ini muncul dari seorang anak itu sendiri (yaitu saya yg jg msh bujangan :p)
    @ktigax: hihihi… saduran kang..
    @keempatx: alhamdulillah…. tak terasa nulis dari tadi uda buka lagi…😀

  3. Jadi Inget masa2 Kecil Dulu, jalanan itu selalu dan selalu kita lewati! Dari Dulu sampai sekarang tdk berubah! Pohon Selalu sama! Di tebang 1 tumbuh 2, Lokasi jadi tambah asri dan adem, apalagi jika di waktu pagi, kabut pagi yang dingin selalu mengusap wajah kita dengan begitu lembutnya..!

    Top Photo!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s