Untukmu Ibu Pertiwi

ibu_pertiwi_menangis_lagiUntuk kali ini, malam ini, rasanya ada sesuatu mengganjal di hati yang membuatku sakit.. entah apa! yang pasti rasa sakit itu cukup untuk membuatku terdiam dan membuat jari-jari ini kaku untuk menulis.

Sejenak merenung, ternyata rasa sakit itu datang dari sebagian jiwa yang belum lagi menyadari apa artinya hidup dan berjuang. Sisi lain diriku yang hanya basah oleh air liur namun kering akan keringat!

Diriku bertanya : “Apa yang telah kau lakukan untuk Bangsa dan Tanah Air mu??”

Sakit rasanya menyadari bahwa diriku ini bukanlah seorang anak yang berguna buat Bangsa dan Tanah Airnya. Tiada karya tiada daya upaya, hanya terdiam dan mejadi penonton ketika Ibu Pertiwi menangis dan menjerit menderita karena keindahannya dirampas, diperkosa dan dipaksa memenuhi kepuasaan para pencuri dalam dan luar negeri.

Ibu Pertiwi.. engkau telah lanjut usia, tapi keindahanmu masih jua memancar kepelosok negeri.. namun apa daya, anak negeri tidak bisa mengurus dan melayanimu.. lebih-lebih memanfaatkan apa yang telah diamanatkan. Anak negeri hanya bisa menunggu para Tamu Raden yang siap merampas dan menjadi Tuan Tanah di negeri Ibu Pertiwi, lalu kami, anak negeri, akan mengemis-ngemis kepadanya demi sesuap nasi.

Ibu Pertiwi.. sejak dulu hingga kini, darah terus membahasi tubuhmu. Perang saudara, perang antar agama, rasisme, pembantaian para pejuang, terror, hingga bencana alam yang mengguncangmu menjadi pelengkap cobaan yang engkau terima.

Ibu Pertiwi.. bersabarlah! Itu semua adalah cobaan dari Allah S.W.T, yang engkau dan aku telah diperintahkan agar menyembah dan mengabdi kepada-Nya, bukan mengabdi kepada manusia.. atau pun kepada sebuah kitab Undang-Undang yang juga dibuat oleh manusia.. tapi untuk mengabdi hanya Kepada Allah semata, yang telah menciptakanmu dan menciptakanku dari tiada menjadi ada.. yang menyuruh kita agar menetapkan hukum dengan adil yaitu keadilan Tuhan seperti yang termaktub pada kitab Al-Quran. Bukan keadilan yang bersifat relatif hasil tinjauan pemikiran manusia, tapi keadilan hakiki dari Sang Pencipta otak manusia.

Ibu Pertiwi.. bersabarlah buat sejenak! Putra-putrimu.. kali ini akan bangkit dan berjuang sebagai anak bangsa yang bertekad membebaskanmu dari jeratan rantai para penjajah.. yang menjadikan kebaikan dan kelemah lembutan hanya sebagai topeng untuk merampas kehormatanmu, dan merenggut keindahanmu dengan semena-mena.

Wahai Ibu Pertiwi.. hanya “Syari’at Islam” lah yang pantas engkau kenakan di jarimu sebagai penghias.. juga sebagai pengekang tanda ikatan dengan Allah S.W.T.. karena, hanya dengan keadilan Khilafah itu lah engkau akan tersenyum kembali dan meraih kebahagian abadi Dunia dan Akhirat nanti.

_Salam Anak Negeri_

Related Links

9 thoughts on “Untukmu Ibu Pertiwi

  1. Assalamu’alaikum,

    Kang, ada amanah dari KangBoed untuk membagi-bagikan award yang saya terima. Award ini dalam rangka menjalin silaturahmi kita agar semakin erat.
    Kalau berkenan bisa Akang jemput di tempat saya.
    Di Sukabumi teh UMMI sanes ?
    Terima kasih.
    Salam.
    _______________________________
    Fahm : hatur nuhun pak… sudah aku jemput😀 skrg aku di tangerang pak… trs berkelana dan semakin “jarangpulang” hehehe

  2. Salam kenal,

    Award pak Abdul Aziz mereferensikan ke tautan link blog ini.

    Meski tidak berasal dari Indonesia tetap ingat film batman, “kenapa kita harus jatuh?”, ………. ” Agar kita dapat bangun dan berdiri kembali “, Semoga ibu pertiwipun demikian.
    _______________________________
    Fahm : dan kitalah yg harus berjuang agar Ibu Pertiwi kembali berdiri….! makasi kunjungannya mas….

  3. Assalamu’alaikum wr.wb

    Sruuuuput kopi di pagi hari
    Silaturahmi eratkan hati
    Saling berkunjung rasa tersanjung
    Kalo mengeluh rejeki menjauh
    Keluh kesah membuat susah

    Sruuuput kopi di pagi hari
    Lihat mentari senanglah hati
    Mencari rizki ikhtiar diri
    Mencari Ilmu bekal mengabdi

    Sruuuput kopi di pagi hari
    Maknyooos bisa nyeroscos
    Sok sanaos ngan ukur waos
    Nyarios modal pribados teu sawios dianggap bodooos

    *Pagi jelang siang .. menantang sampe petang*

    SEMANGAAAAAAAAAT😉

  4. Pingback: Untukmu Ibu Pertiwi « de Go Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s